Bulog dan Pemkab Probolinggo Kebut Distribusi Bantuan Pangan Beras untuk 169 Ribu KPM
PROBOLINGGO – Radar-nasional.com Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama Perum Bulog Kantor Cabang Probolinggo mengakselerasi penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) cadangan beras pemerintah bagi 169.216 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu, tim gabungan menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di Kecamatan Tiris, Selasa (1/9/2026).
Monev di lapangan dipimpin oleh Koordinator Area Tim Banpang Kabupaten Probolinggo, Gita Gema Wardana, bersama Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Probolinggo, Kuswadi. Pemantauan ketat dilakukan di empat desa sasaran, meliputi Desa Pesawahan, Pedagangan, Tegalwatu, dan Rejing.
Detail Penyaluran dan Target Distribusi
Penyaluran Banpang kali ini mencakup rapelan alokasi tiga bulan sekaligus, yakni periode Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap KPM berhak menerima kuota beras sebesar 10 kilogram per bulan, sehingga total bantuan yang diterima warga mencapai 30 kilogram.
Target Penyelesaian: Perum Bulog menargetkan seluruh proses distribusi di wilayah Kabupaten Probolinggo tuntas pada 22 September 2026.
Realisasi Saat Ini: Per 1 September 2026, progres penyaluran di tingkat kabupaten tercatat mencapai 10 persen akibat pelaksanaan di sejumlah kecamatan yang baru bergulir bertahap sejak pekan sebelumnya.
Kriteria Sasaran: Penetapan KPM mengacu pada pembaruan basis data kesejahteraan sosial resmi yang memprioritaskan masyarakat dalam rentang Desil 1 hingga Desil 4.
Stabilisasi Harga dan Pengendalian Inflasi Daerah
Pinca Bulog Probolinggo, Kuswadi, menegaskan bahwa percepatan intervensi pangan ini tidak hanya bertujuan untuk menopang kebutuhan dasar masyarakat prasejahtera, tetapi juga menjadi instrumen strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras dan daya beli masyarakat di pasar lokal.
"Kami berharap bantuan pangan ini dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, terutama beras. Selain itu, program ini diharapkan dapat membantu menekan potensi inflasi, baik di tingkat pasar maupun masyarakat secara umum," ujar Kuswadi.
Terkait adanya penyesuaian data penerima di lapangan, Kuswadi menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi akibat pembaruan skala desil secara berkala. Pemkab Probolinggo bersama Bulog terus memverifikasi data agar bantuan tetap terdistribusi secara akuntabel, transparan, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. (mis)